Poligami itu boleh dan sah, tapi jangan setelah poligami membuat dosa dan kegundahan diantara kalian..
Luruskan niat brdasar perintah ALLAH swt dan amalkan sgala syariat kewajiban dan jauhi perkara yg di larang ALLAH swt..
Alkisah seorang suami yang memiliki istri penurut, sabar dan sangat taat pada suaminya, hendak mengutarakan keinginannya menikah lagi:
"Maaa, bagaimana menurutmu, bila abang nikah lagi?"
"Emang kenapa Bang? Apa aku sudah tidak menarik lagi? Apa aku sudah tidak bisa menjadi istri yang baik?" Jawab istrinya.
Suami segera menjawab, "Ooo, tidak-tidak sayang. Kau tetap istriku yang paling cantik, dan pandai berbakti pada suami. Abang hanya ingin membantu sesama, ibadah dan melaksanakan sunnah Rasul!"
"Hemm... Jadi itu alasannya. Baik Bang, aku setuju dan mendukungmu kalau alasannya untuk membantu sesama, ibadah dan sunnah Rasul. Bahkan saya carikan dua istri sekaligus!" Jawab istrinya serius.
Dengan penuh semangat dan hati berbunga-bunga sang suami memuji:"Kamu memang istri yang shalihah. Kapan Abang akan dikenalkan?"
"Besok pagi Bang, Mama akan antarkan."
Maka pagi harinya sang istri menepati janjinya, ia mengantarkan sang suami pergi ke sebuah rumah. Setelah pintu diketuk, keluarlah seorang perempuan: "Kenalkan Mas, ini Mbah Wagini Janda Usia 60 tahun," kata sang istri.
"Lho...kok..." suami kaget.
"Kenapa Bang, kok kaget? Katanya mau menolong sesama, ibadah dan sunnah Rasul. Sudah berapa banyak kitab hadits dan Sirah Nabi yang Abang baca? Masak tidak sampai pada kisah siapa saja yang dinikahi Nabi!?"
"Calon yang kedua Mbah Wagiyem, janda usia 65 tahun Bang. Dari Mbah Wagini kita langsung ke Mbah Wagiyem..." Lanjut istrinya.
Suami sambil kelimpungan berkata:"Eee...anu Maaa... Kalau gitu, Abang ngamalin sunnah Rasul yang lain aja!"
"Makanya Bang, kalau mau nikah lagi karena nafsumu, jangan bawa-bawa sunnah Rasul segala! Kalau mau tahu, ini nama-nama istri Rasulullah saw yang sudah tua dan janda.
Bandingkan dengan sekarang yang banyak berdalih sunnah poligami tapi sebenarnya hanya mau menikahi cewek cantik dan usianya masih muda Tanpa mempedulikan keadaan istri lamanya.
1. Saudah binti Zam’ah Ra., janda 70 tahun saat dinikahi Nabi Saw. yang berusia 52 tahun. Saudah wanita berkulit hitam, janda dari sahabat Nabi yang menjadi perisai Nabi saat perang. Memiliki 12 anak dari pernikahan dengan suami pertama. Alasannya Rasulullah menikahinya untuk menjaga keimanan Saudah dari teror dan gangguan kaum musyrikin.
2. Ummu Salamah Ra., janda 62 tahun dan Rasulullah 56 tahun. Adalah putri bibi Nabi, seorang janda yang pandai berpidato dan mengajar. Alasan dinikahi karena perintah Allah untuk membantu dakwah Rasulullah.
3. Ummu Habibah Ra., janda 47 tahun dan Rasulullah 57 tahun. Mantan istri Ubaidillah bin Jahsyi, cerai karena suaminya pindah agama Nasrani. Alasan dinikahi untuk menjaga Ummu Habibah dari pemurtadan.
4. Juwairiyyah bin Al-Harits Ra., janda 65 tahun dan Nabi 57 tahun. Tawanan perang yang tidak memiliki sanak saudara, dan memiliki 17 anak dari pernikahan pertamanya. Dinikahi Nabi karena petunjuk Allah, memerdekakan budak, pembebasan dari tawanan perang dan menjaga keimanannya.
5. Shafiyah binti Huyai Ra., 2 kali janda, usia 53 tahun dan Rasulullah 58 tahun. Wanita Muslimah dari kalangan Yahudi Bani Nadhir, memiliki 10 anak dari pernikahan sebelumnya. Rasulullah menikahinya demi menjaga keimanan Shafiyyah dari boikot dan teror orang Yahudi.
7. Maimunah Binti Al-Harits Ra., janda 63 tahun dan Rasulullah 58 tahun. Mantan istri Abu Ruham bin Abdul Uzza dari kalangan Yahudi Bani Kinanah. Dinikahi Rasulullah untuk menjaga dan mengembangkan dakwah di kalangan Bani Nadhir.
8. Zainab binti Khuzaimah Ra., janda 50 tahun dan Rasulullah 58 tahun. Seorang janda yang banyak memelihara anak yatim dan orang lemah di rumahnya. Mendapat gelar ibu para masakin. Dinikahi karena petunjuk Allah untuk bersama-sama menyantuni anak yatim dan orang lemah.
Wallahu a'lam.
________________________
Habib Munzir mengenai Poligami
"Poligami adalah salah satu sunnah yg berat, Rasul saw berpoligami, namun tidak semua sahabat berpoligami, bagi yg merasa sudah mampu membina rumah tangga yg baik dg istri pertama, maka merupakan hal yg baik jika ia membina keluarga kedua pula, namun hal ini merupakan spekulasi yg berat,
jangan sampai ia berpoligami justru menghancurkan rumah tangganya yg pertama, maka jika ragu dan risau lebih baik dihindari, terbukit tidak semua sahabat melakukannya, berbeda dg sunnah muakkadah seperti shalat witir, puasa asyura, sedekah dan amal amal sunnah yg lainnya, yg umum dilakukan seluruh sahabat dan ulama.
tidak disyaratkan ber[oligami dg izin istri pertama, namun secara adab dan akhlak, layaknya ia memberitahunya, seperti tidak disyaratkan pria menikah dg izin ayah ibunya, nikahnya sah, namun secara adab dan akhlak ia tentunya tidak menikah kecuali dg izin ayah ibunya, berbeda dg wanita yg mesti seizin walinya.
1. "Barangsiapa yang tidak duduk bersama orang yang berjaya, mana mungkin dia akan berjaya." -Habib Umar bin Hafidz 2. "Banyak bergurau dan berlawak merupakan pertanda sepinya hati dari mengagungkan Allah swt dan merupakan tanda dari lemahnya iman." -Habib Umar bin Hafidz 3. "Apabila kita mendoakan orang lain, maka akan hadir malaikat yang mendoakan hal yang sama untuk kita." - Habib Umar bin Hafidz 4. "Rugilah bagi mereka yang berniat untuk melakukan maksiat semula setelah berlalunya Ramadhan." - Habib Umar bin Hafidz 5. "Orang yang tinggi akhlaknya, walaupun rendah ilmunya lebih mulia dari orang yang banyak ilmunya tapi kurang akhlaknya." - Habib Umar bin Hafidz 6. "Janganlah kamu menanggung kebingungan dunia karena itu urusan ALLAH. Janganlah kamu menanggung kebingungan rezeki karena itu dari ALLAH. Janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan karena itu kekuasaan ALLAH. Yang harus kamu tanggung adalah satu kebingunga...
Komentar
Posting Komentar