Langsung ke konten utama

Hak BerTetangga dalam Alquran

Allah berpesan dalam Alquran,
ﻭَﺍﻋْﺒُﺪُﻭﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻟَﺎ ﺗُﺸْﺮِﻛُﻮﺍ ﺑِﻪِ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻭَﺑِﺎﻟْﻮَﺍﻟِﺪَﻱِﻥْ ﺇِﺣْﺴَﺎﻧًﺎ ﻭَﺑِﺬِﻱ ﺍﻟْﻘُﺮْﺑَﻰ
ﻭَﺍﻟْﻴَﺘَﺎﻣَﻰ ﻭَﺍﻟْﻤَﺴَﺎﻛِﻴﻦِ ﻭَﺍﻟْﺠَﺎﺭِ ﺫِﻱ ﺍﻟْﻘُﺮْﺑَﻰ ﻭَﺍﻟْﺠَﺎﺭِ ﺍﻟْﺠُﻨُﺐِ ﻭَﺍﻟﺼَّﺎﺣِﺐِ ﺑِﺎﻟْﺠَﻨْﺐِ
ﻭَﺍﺑْﻦِ ﺍﻟﺴَّﺒِﻴﻞِ ﻭَﻣَﺎ ﻣَﻠَﻜَﺖْ ﺃَﻳْﻤَﺎﻧُﻜُﻢْ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﺎ ﻳُﺤِﺐُّ ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻣُﺨْﺘَﺎﻟًﺎ ﻓَﺨُﻮﺭًﺍ
“Beribadahlah kepada Allah dan jangan menyekutukannya dengan sesuatu apapun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga atau kerabat dekat, tetangga atau kerabat jauh, rekan di perjalanan, Ibnu Sabil, dan kepada budak yang kalian miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan apa yang dia miliki.”
(QS. An-Nisa: 36).
Setelah menjelaskan banyak hal tentang ayat ini, al-Qurthubi mengatakan,
“Oleh karena itu, bersikap baik kepada tetangga adalah satu hal yang diperintahkan dan ditekankan, baik dia muslim maupun kafir, dan itulah pendapat yang benar.” (Tafsir al-Qurthubi, 5:184)
Hadis-hadis Tentang Bertetangga:
1. Larangan keras mengganggu tetangga
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻟَﺎ ﻳَﺪْﺧُﻞُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻣَﻦْ ﻟَﺎ ﻳَﺄْﻣَﻦُ ﺟَﺎﺭُﻩُ ﺑَﻮَﺍﺋِﻘَﻪُ
“Tidak akan masuk surga, orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.”
(HR. Bukhari 6016 dan Muslim 46).
Berikan jaminan bahwa tetangga Anda merasa nyaman dengan keberadaan Anda sebagai tetangganya. Hati-hati, jangan sampai menjadi tukang gosip tetangga, sehingga membuat tetangga Anda selalu tidak nyaman ketika bertindak di hadapan Anda, karena takut digosipin.
2. Wasiat Jibril untuk memperhatikan tetangga
Dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menuturkan,
ﻣَﺎ ﺯَﺍﻝَ ﻳُﻮﺻِﻴﻨِﻲ ﺟِﺒْﺮِﻳﻞُ ﺑِﺎﻟْﺠَﺎﺭِ، ﺣَﺘَّﻰ ﻇَﻨَﻨْﺖُ ﺃَﻧَّﻪُ ﺳَﻴُﻮَﺭِّﺛُﻪُ
“Jibril selalu berpesan kepadaku untuk berbuat baik kepada tetangga, sampai aku mengira, tetangga akan ditetapkan menjadi ahli warisnya.”
(HR. Bukhari 6014 dan Muslim 2624).
Pesan yang sangat penting, diberikan oleh Malaikat (Jibril ‘alaihis salam) terbaik kepada manusia terbaik (Rosulallah sayyidina Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam).
3. Mengganggu tetangga sikap yang dibenci semua
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan,
Ada seorang yang mengadu kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam tentang kezaliman yang dilakukan tetangganya. Setiap kali orang ini mengadu, selalu dinasehatkan oleh beliau untuk bersabar. Ini dilakukan sampai tiga kali. Sampai pengaduan yang keempat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan solusi,
ﺍﻃْﺮَﺡْ ﻣَﺘَﺎﻋَﻚَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳﻖِ
“Letakkan semua isi rumahmu di pinggir jalan.”
Orang inipun melakukannya.
Setiap ada orang yang melewati orang ini, mereka bertanya: “Apa yang terjadi denganmu. (sampai kamu keluarkan isi rumahmu).” Dia menjawab: “Tetanggaku menggangguku.” Mendengar jawaban ini, setiap orang yang lewat pun mengucapkan: “Semoga Allah melaknatnya!” sampai akhirnya tetangga pengganggu itu datang, dia mengiba: “Masukkan kembali barangmu. Demi Allah, saya tidak akan mengganggumu selamanya.” (HR. Ibnu Hibban 520)
4. Menumbuhkan semangat berbagi dengan tetangga
Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Sesungguhnya kekasihku (Rasulullah), mewasiatkan kepadaku,
ﺇِﺫَﺍ ﻃَﺒَﺨْﺖَ ﻣَﺮَﻗًﺎ ﻓَﺄَﻛْﺜِﺮْ ﻣَﺎﺀَﻩُ، ﺛُﻢَّ ﺍﻧْﻈُﺮْ ﺃَﻫْﻞَ ﺑَﻴْﺖٍ ﻣِﻦْ ﺟِﻴﺮَﺍﻧِﻚَ، ﻓَﺄَﺻِﺒْﻬُﻢْ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺑِﻤَﻌْﺮُﻭﻑٍ
“Apabila kamu memasak, perbanyaklah kuahnya. Kemudian perhatian penghuni rumah tetanggamu, dan berikan sebagian masakan itu kepada mereka dengan baik.” (HR. Muslim)
5. Tidak mengganggu tetangga bagian dari iman
Dari Abu Hurairah, nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺆْﻣِﻦُ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟﻴَﻮْﻡِ ﺍﻵﺧِﺮِ ﻓَﻼَ ﻳُﺆْﺫِﻱ ﺟَﺎﺭَﻩُ
“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah dia mengganggu saudaranya.” (HR. Bukhari 5185 dan Muslim 47).
6. Tidak ada istilah sedikit dalam mengganggu tetangga
Dari Abdah bin Abi Lubabah rahimahullah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻟَﺎ ﻗَﻠِﻴﻞَ ﻣِﻦ ﺃَﺫَﻯ ﺍﻟﺠَﺎﺭ
“Tidak ada istilah sedikit dalam mengganggu tetangga.”
(HR. Ibn Abi Syaibah dengan sanad shahih namun mursal. Dan dalam riwayat thabrani secara mausul dari Umu Salamah. Syaikh Ali al-Halabi mengatakan, “Hadis ini Hasan”).
7. Tetangga yang baik akan menjadi lambang kebahagiaan atau kesengsaraan
Dari Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺃَﺭْﺑَﻊٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴَّﻌَﺎﺩَﺓِ : ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺔُ، ﻭَﺍﻟْﻤَﺴْﻜَﻦُ ﺍﻟْﻮَﺍﺳِﻊُ، ﻭَﺍﻟْﺠَﺎﺭُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺢُ،
ﻭَﺍﻟْﻤَﺮْﻛَﺐُ ﺍﻟْﻬَﻨِﻲﺀُ، ﻭَﺃَﺭْﺑَﻊٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻘَﺎﻭَﺓِ : ﺍﻟْﺠَﺎﺭُ ﺍﻟﺴُّﻮﺀُ، ﻭَﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺍﻟﺴﻮﺀ،
ﻭﺍﻟﻤﺴﻜﻦ ﺍﻟﻀﻴﻖ، ﻭﺍﻟﻤﺮﻛﺐ ﺍﻟﺴﻮﺀ
“Empat hal yang menjadi sumber kebahagiaa: Istri solihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang baik, dan tunggangan yang nyaman. Empat hal sumber kesengsaraan: tetangga yang buruk, istri yang durhaka, tempat tinggal yang sempit, dan kendaraan yang tidak nyaman.” (HR. Ibn Hibban 4032)
8. Menyakiti tetangga lebih besar dosanya
Dari Miqdad bin Aswad radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻟَﺄَﻥْ ﻳَﺰْﻧِﻲَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺑِﻌَﺸْﺮَﺓِ ﻧِﺴْﻮَﺓٍ، ﺃَﻳْﺴَﺮُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣِﻦْ ﺃَﻥْ ﻳَﺰْﻧِﻲَ ﺑِﺎﻣْﺮَﺃَﺓِ ﺟَﺎﺭِﻩِ
ﻟَﺄَﻥْ ﻳَﺴْﺮِﻕَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻣِﻦْ ﻋَﺸْﺮَﺓِ ﺃَﺑْﻴَﺎﺕٍ، ﺃَﻳْﺴَﺮُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣِﻦْ ﺃَﻥْ ﻳَﺴْﺮِﻕَ ﻣِﻦْ ﺟَﺎﺭِﻩِ
“Seseorang yang berzina dengan 10 wanita, dosanya lebih ringan dibandingkan dia berzina dengan satu orang istri tetangganya… seseorang yang mencuri 10 rumah, dosanya lebih besar dibandingkan dia mencuri satu rumah tetangganya.” (HR. Ahmad 23854)
9. Bersikap baik kepada tetangga, tanda muslim sejati
Dari Abu hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan,
ﻛُﻦْ ﻭَﺭِﻋًﺎ، ﺗَﻜُﻦْ ﺃَﻋْﺒَﺪَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ، ﻭَﻛُﻦْ ﻗَﻨِﻌًﺎ، ﺗَﻜُﻦْ ﺃَﺷْﻜَﺮَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ، ﻭَﺃَﺣِﺐَّ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ
ﻣَﺎ ﺗُﺤِﺐُّ ﻟِﻨَﻔْﺴِﻚَ، ﺗَﻜُﻦْ ﻣُﺆْﻣِﻨًﺎ، ﻭَﺃَﺣْﺴِﻦْ ﺟِﻮَﺍﺭَ ﻣَﻦْ ﺟَﺎﻭَﺭَﻙَ، ﺗَﻜُﻦْ ﻣُﺴْﻠِﻤًﺎ…
“Jadilah orang yang wara’, kamu akan menjadi manusia ahli ibadah. Jadilah orang yang qanaah, kamu akan menjadi orang yang paling rajin bersyukur. Berikanlah yang terbaik untuk orang lain, sebagaimana kamu memberikan yang terbaik untuk dirimu, niscaya kamu menjadi mukmin sejati. Bersikaplah yang baik kepada tetangga, kamu akan menjadi muslim sejati…” (HR. Ibn Majah 4217)
10. Jangan tinggalkan tetangga Anda kelaparan
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻟَﻴْﺲَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﺸْﺒَﻊُ ﻭَﺟَﺎﺭُﻩُ ﺟَﺎﺋِﻊٌ ﺇِﻟَﻰ ﺟَﻨْﺒِﻪِ
“Bukanlah mukmin sejati, orang yang kenyang, sementara tetangga di sampingnya kelaparan.” (HR. Abu Ya’la dalam Musnadnya)
11. Larangan meremehkan pemberian tetangga, meskipun kelihatannya kurang berarti.
Pesan ini pernah disampaikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya, terutama kaum perempuan. Mungkin, karena merekalah yang umumnya memiliki sikap seperti itu. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻳَﺎ ﻧِﺴَﺎﺀَ ﺍﻟﻤُﺴْﻠِﻤَﺎﺕِ، ﻻَ ﺗَﺤْﻘِﺮَﻥَّ ﺟَﺎﺭَﺓٌ ﻟِﺠَﺎﺭَﺗِﻬَﺎ، ﻭَﻟَﻮْ ﻓِﺮْﺳِﻦَ ﺷَﺎﺓٍ
“Wahai para wanita muslimah, janganlah satu tetangga meremehkan pemberian tetangga yang lainnya, meskipun hanya kikil yang tak berdaging.” (HR. Bukhari 2566 dan Muslim 1030).
12. Paling dekat pintunnya, paling berhak mendapat lebih banyak
Dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, saya memiliki dua tetangga dekat. Kemanakah saya akan memberikan hadiah?” beliau menjawab,
ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻗْﺮَﺑِﻬِﻤَﺎ ﻣِﻨْﻚِ ﺑَﺎﺑًﺎ
“Ke rumah yang paling dekat pintunya denganmu.” (HR. Bukhari 2259)
13. Berlindung dari tetangga yang buruk
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar kita memohon perlindungan kepada Allah dari tetangga yang buruk. Ini menunjukkan betapa bahayanya tetangga yang buruk, sampai manusia terbaik menyarankan doa ini dilantunkan. Dari Abu hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan,
ﺗَﻌَﻮَّﺫُﻭﺍ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ، ﻣِﻦْ ﺟَﺎﺭِ ﺍﻟﺴَّﻮْﺀِ ﻓِﻲ ﺩَﺍﺭِ ﺍﻟْﻤُﻘَﺎﻡِ، ﻓَﺈِﻥَّ ﺟَﺎﺭَ ﺍﻟْﺒَﺎﺩِﻳَﺔِ ﻳَﺘَﺤَﻮَّﻝُ ﻋَﻨْﻚَ
“Mintalah perlindungan kepada Allah dari tetangga yang buruk di tempat tinggal menetap, karena tetangga yang tidak menetap akan berpindah dari kampungmu.”
(HR. Nasa’i 5502).
14. Sengketa tetangga, sengketa pertama di akhirat
Dari uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺃَﻭَّﻝُ ﺧَﺼْﻤَﻴْﻦِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺟَﺎﺭَﺍﻥِ
“Sengketa pertama pada hari kiamat adalah sengketa antar tetangga.”
(HR. Ahmad 17372 dan dinilai hasan oleh Syuaib al-Arnauth)
Al-Munawi mengatakan,
ﺃﻱ ﺃﻭﻝ ﺧﺼﻤﻴﻦ ﻳﻘﻀﻰ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺟﺎﺭﺍﻥ ﺁﺫﻯ ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ ﺻﺎﺣﺒﻪ
ﺍﻫﺘﻤﺎﻣﺎً ﺑﺸﺄﻥ ﺣﻖ ﺍﻟﺠﻮﺍﺭ ﺍﻟﺬﻱ ﺣﺚ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﻋﻠﻰ ﺭﻋﺎﻳﺘﻪ
“Maksud hadis, sengketa antara dua orang yang pertama diputuskan pada hari kiamat adalah sengketa dua orang bertetangga. Yang satu menyakiti lainnya. Sebagai bentuk perhatian besar tentang hak tetangga, yang dimotivasi oleh syariat untuk diperhatikan.” (At-Taisir bi Syarh al-Jami’ ash-Shaghir, 1:791).
15. Menyakiti tetangga merupakan sebab masuk neraka
Serajin apapun seseorang dalam beribadah, namun dia suka menyakiti tetangga, dia terancam neraka.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seseorang yang melapor kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya wanita itu rajin shalat, rajin sedekah, rajin puasa. Namun dia suka menyakiti tetangga dengan lisannya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkomentar, “Dia di neraka.”
Para sahabat bertanya lagi, “Ada wanita yang dikenal jarang berpuasa sunah, jarang shalat sunah, dan dia hanya bersedekah dengan potongan keju. Namun dia tidak pernah menyakiti tetangganya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,
“Dia ahli surga.”
(HR. Ahmad 9675).
16. Berusaha bersabar dengan gangguan tetangga
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺛَﻠَﺎﺛَﺔٌ ﻳُﺤِﺒُّﻬُﻢُ ﺍﻟﻠﻪُ … ﻭَﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﺠَﺎﺭُ ﻳُﺆْﺫِﻳﻪِ ﺟِﻮَﺍﺭُﻩُ، ﻓَﻴَﺼْﺒِﺮُ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺫَﺍﻩُ
ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻔَﺮِّﻕَ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻤَﺎ ﻣَﻮْﺕٌ ﺃَﻭْ ﻇَﻌْﻦٌ
“Tiga orang yang Allah cintai…., orang yang memiliki tetangga, dan tetangganya suka menyakitinya. Diapun bersabar terhadap gangguannya sampai dipisahkan dengan kematian atau safar.”
(HR. Ahmad).
17. Tetangga menjadi saksi
Merekalah manusia yang paling banyak menyaksikan aktivitas kita. sehingga penilaian mereka bisa mewakili kepribadian dan perilaku kita. dari Ibn mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bagaimana saya bisa mengetahui, apakah saya orang baik ataukah orang jahat?” beliau menjawab,
ﺇِﺫَﺍ ﻗَﺎﻝَ ﺟِﻴﺮَﺍﻧُﻚَ : ﻗَﺪْ ﺃَﺣْﺴَﻨْﺖَ، ﻓَﻘَﺪْ ﺃَﺣْﺴَﻨْﺖَ، ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﺇِﻧَّﻚَ ﻗَﺪْ ﺃَﺳَﺄْﺕَ،
ﻓَﻘَﺪْ ﺃَﺳَﺄْﺕَ
“Jika tetanggamu berkomentar, kamu orang baik maka berarti engkau orang baik. Sementara jika mereka berkomentar, engkau orang tidak baik, berarti kamu tidak baik.”
(HR. Ahmad 3808, Ibn Majah 4223)
Yang dimaksud komentar tetangga di sini adalah komentar dari tetangga yang baik, sholeh dan memperhatikan aturan syariat. (At-Taisir Syarh Jamius Shaghir, 1:211).
Wallahu a'lam
Mari bersholawat:
ALLAHUMMA sholli 'alaa sayyidina Muhammadinin Nabiyyil ummiyi wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa sallim

Pangeran Taka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

59 KATA MUTIARA HABIB UMAR BIN HAFIDZ

1. "Barangsiapa yang tidak duduk bersama orang yang berjaya, mana mungkin dia akan berjaya." -Habib Umar bin Hafidz 2. "Banyak bergurau dan berlawak merupakan pertanda sepinya hati dari mengagungkan Allah swt dan merupakan tanda dari lemahnya iman." -Habib Umar bin Hafidz 3. "Apabila kita mendoakan orang lain, maka akan hadir malaikat yang mendoakan hal yang sama untuk kita." - Habib Umar bin Hafidz 4. "Rugilah bagi mereka yang berniat untuk melakukan maksiat semula setelah berlalunya Ramadhan." - Habib Umar bin Hafidz 5. "Orang yang tinggi akhlaknya, walaupun rendah ilmunya lebih mulia dari orang yang banyak ilmunya tapi kurang akhlaknya." - Habib Umar bin Hafidz 6. "Janganlah kamu menanggung kebingungan dunia karena itu urusan ALLAH. Janganlah kamu menanggung kebingungan rezeki karena itu dari ALLAH. Janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan karena itu kekuasaan ALLAH. Yang harus kamu tanggung adalah satu kebingunga...

Kata bahsa arab dan artinya

1. Man jadda wajada - من جدّ وجد "Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka dia akan mendapatkannya." 2. Man saaro darbi wasola - من سار على الدرب وصل "Barang siapa berjalan pada jalannya, maka dia akan sampai (pada tujuannya)." 3. Wa maa ladatu illa ba'dat ta'bi - ومااللذّة إلا بعد التعب "Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kepayahan." 4. Man yazro' yahsud - من يزرع يحصد "Barang siapa yang menanam pasti akan memetik (mengetam)." 5. lan tarji'al ayyamul lati madhot - لن ترجع الأيّام التي مضت "Tidak akan pernah kembali lagi hari-hari yang te...

Biografi Habib Abdullah bin Muhammad bin Syahab

Beliau seorang yang sangat alim, berwibawa dan tawadhu. Dan Beliau termasuk A’yanil bilad Tariem (Tokoh-tokoh Habaib Tarim). Dan Beliau juga lah yang sering dijuluki Sang “Ainu Tariem” – Matanya Kota Tarim al Ghanna. Usia Beliau sekitar 70-an, putra dari Al-Allamah Habib Muhammad, dan cucu dari Al-Allamah Habib Alwi bin Abdullah bin Shahabuddin, dipercaya telah mencapai maqam atau tingkatan yang sangat tinggi sebagai seorang sufi. Seperti juga ayah, kakek, serta kakek buyutnya, beliau termasuk orang yang dekat dan begitu cinta kepad Rasulullah saw. Sehingga tak ada tindakan-tindakannya yang tidak mengacu pada perilaku Nabi saw. Beliau sering diundang ke Indonesia, melalui para ulama dan habaib, dan jawaban Beliau selalu: ”Saya menunggu perintah saja!” ( Maksud dari perkataan Beliau ialah menunggu perintah dari ROSULULLAH Saw secara langsung ), karena beliau sering berdialog dengan baginda Rasul Saw. Beliau biasa didatangi para Ulama yang hendak b...