Langsung ke konten utama

JADIKAN ORANG TUAMU RAJA, MAKA REZEKIMU SEPERTI RAJA.

👳‍♀ JADIKAN ORANG TUAMU RAJA, MAKA REZEKIMU SEPERTI RAJA.

*"Al Habib Umar bin Hafidz"*

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

*ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪ*

Hidup bahagia adalah dambaan semua orang, harta berlimpah dan dipuja manusia.
Semua itu bisa diraih dengan cara sederhana, yaitu memulyakan dan
mengutamakan orang tua diatas (manusia) lainnya.
Al Habib Umar bin Hafidz seorang ulama’ dari Hadramaut Yaman dan merupakan
salah satu keturunan Rasulullah ﷺ pernah memberikan nasehat :
“Jadikan orang tuamu Raja, maka rezeki mu seperti Raja”
Bahkan di dalam Al Qur’an Allah ﷻ memerintahkan kita untuk berbakti kepada
kedua orang tua dalam firman-Nya :

*ﻭَﻗَﻀَﻰ ﺭَﺑُّﻚَ ﺃَﻻ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﺍ ﺇِﻻ ﺇِﻳَّﺎﻩُ ﻭَﺑِﺎﻟْﻮَﺍﻟِﺪَﻱِﻥْ ﺇِﺣْﺴَﺎﻧًﺎ*

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia
dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.”
(QS Al-Isra’ : 23).

Larangan Allah ﷻ agar kita tidak menyembah tuhan selain Dia adalah suatu larangan
yang sangat penting dan bisa berdampak dilaknat selamanya di neraka karena semua dosa (berpeluang) diampuni oleh Allah ﷻ kecuali satu dosa, yaitu Syirik (menyembah selain Allah ﷻ).
Dan perintah untuk berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya
disandingkan dengan larangan jangan syirik itu,
menunjukkan betapa agungnya kedudukan orang tua.
Habib Umar dan sang ibu"
Dulu..setiap selesai rouhah(dars ashar),
Habib Umar selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi ibunya(Hubabah Zahro)..
hampir setiap hari beliau meluangkan waktu untuk duduk bersama
sang ibu di tengah kesibukan dakwah yang sangat-sangat padat..
Tahukah kalian apa yang Habib lakukan ketika duduk bersama ibunya ?
Habib membuat qohwah(kopi)untuk ibunya..sesederhana itu ??
Tentunya tidak,
Habib tidak membuat kopi jahiz(instan)yang dijual di toko-toko itu,..
Tapi beliau sendiri yang mengambil dan memilih biji-biji kopinya..
Menumbuknya.. membersihkan kulit-kulitnya, hingga ia menjadi seperti dagig(tepung)..
Setelah itu baru beliau hidangkan kopi tersebut untuk sang ibu..
Itu adalah kegiatan "wajib" Habib Umar setiap kali mengunjungi ibunya..
Siapa diantara kita yang pernah memanjakan ibunya seperti itu..?
Memberi perhatian terhadap ibunya sebesar itu.. ?
"Seorang anak yang berbakti kepada ibunya,
jika ia memandang ibunya dengan pandangan kasih sayang,
maka akan dicatat baginya pahala haji mabrur dalam setiap pandangan"
(HR.Baihaqi, Syuabul iman 7472)

*ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ*

Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad.

*"Al Habib Umar bin Hafidz"*

*الَلَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ °  وَعَلَي اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِمْ* (ﷺ)
•••••••••••★••••••••••••

```RintihanJemari```
```PangeranTaka```

Komentar

Postingan populer dari blog ini

59 KATA MUTIARA HABIB UMAR BIN HAFIDZ

1. "Barangsiapa yang tidak duduk bersama orang yang berjaya, mana mungkin dia akan berjaya." -Habib Umar bin Hafidz 2. "Banyak bergurau dan berlawak merupakan pertanda sepinya hati dari mengagungkan Allah swt dan merupakan tanda dari lemahnya iman." -Habib Umar bin Hafidz 3. "Apabila kita mendoakan orang lain, maka akan hadir malaikat yang mendoakan hal yang sama untuk kita." - Habib Umar bin Hafidz 4. "Rugilah bagi mereka yang berniat untuk melakukan maksiat semula setelah berlalunya Ramadhan." - Habib Umar bin Hafidz 5. "Orang yang tinggi akhlaknya, walaupun rendah ilmunya lebih mulia dari orang yang banyak ilmunya tapi kurang akhlaknya." - Habib Umar bin Hafidz 6. "Janganlah kamu menanggung kebingungan dunia karena itu urusan ALLAH. Janganlah kamu menanggung kebingungan rezeki karena itu dari ALLAH. Janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan karena itu kekuasaan ALLAH. Yang harus kamu tanggung adalah satu kebingunga...

Kata bahsa arab dan artinya

1. Man jadda wajada - من جدّ وجد "Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka dia akan mendapatkannya." 2. Man saaro darbi wasola - من سار على الدرب وصل "Barang siapa berjalan pada jalannya, maka dia akan sampai (pada tujuannya)." 3. Wa maa ladatu illa ba'dat ta'bi - ومااللذّة إلا بعد التعب "Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kepayahan." 4. Man yazro' yahsud - من يزرع يحصد "Barang siapa yang menanam pasti akan memetik (mengetam)." 5. lan tarji'al ayyamul lati madhot - لن ترجع الأيّام التي مضت "Tidak akan pernah kembali lagi hari-hari yang te...

Biografi Habib Abdullah bin Muhammad bin Syahab

Beliau seorang yang sangat alim, berwibawa dan tawadhu. Dan Beliau termasuk A’yanil bilad Tariem (Tokoh-tokoh Habaib Tarim). Dan Beliau juga lah yang sering dijuluki Sang “Ainu Tariem” – Matanya Kota Tarim al Ghanna. Usia Beliau sekitar 70-an, putra dari Al-Allamah Habib Muhammad, dan cucu dari Al-Allamah Habib Alwi bin Abdullah bin Shahabuddin, dipercaya telah mencapai maqam atau tingkatan yang sangat tinggi sebagai seorang sufi. Seperti juga ayah, kakek, serta kakek buyutnya, beliau termasuk orang yang dekat dan begitu cinta kepad Rasulullah saw. Sehingga tak ada tindakan-tindakannya yang tidak mengacu pada perilaku Nabi saw. Beliau sering diundang ke Indonesia, melalui para ulama dan habaib, dan jawaban Beliau selalu: ”Saya menunggu perintah saja!” ( Maksud dari perkataan Beliau ialah menunggu perintah dari ROSULULLAH Saw secara langsung ), karena beliau sering berdialog dengan baginda Rasul Saw. Beliau biasa didatangi para Ulama yang hendak b...