Langsung ke konten utama

PERAMPOK JADI ULAMA

KISAH TOBATNYA FUDHOIL BIN IYADH ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪ

"PERAMPOK JADI ULAMA"
Tak ada kata terlambat!!!
Itulah nasihat yang harus dipahami oleh seorang yang mau bertobat kepada Allah ﷻ .
Tak ada istilah dan alasan bahwa dirinya telah kotor, bejat dan durjana.
Tobat akan menghapuskan segalanya.
Bagaimana pun banyaknya dosa dan maksiat dilakukan oleh seorang hamba,
jika ia jujur mau bertobat, maka Allah ﷻ akan bukakan pintu tobat,
hapuskan segala kesalahannya yang terdahulu dan
memberinya hidayah untuk menapaki jalan-jalan kebaikan.
Sentuhan tobat telah merasuk dalam jiwa orang2 yang terdahulu sampai menjadikan
mereka dari manusia yang paling bejat menuju manusia terbaik di sisi Allah ﷻ .
Sebagai fakta nyata, kita dengarkan kisah di bawah ini:
Hampir setiap malam dia mendatangi rumah-rumah yang ada di negeri itu
untuk melakukan aksinya, yaitu merampok.
Hingga suatu malam dia kembali melaksanakan aksinya.
Kali ini ia ingin menemui seorang gadis yang selama ini ia rindukan.
Di saat ia memanjat dinding untuk menemui gadis impiannya.
Pada saat yang bersamaan ketika dia telah berada di rumah itu,
tiba-tiba dia mendengar suara lantunan Al Qur’an sedang dibacakan.
Rupanya suara itu berasal dari sang pemilik rumah yang sedang
bermunajat kepada Robb-nya.
Sang pencuri pun hanyut dengan lantunan ayat-ayat Allah ﷻ yang sedang dilantunkan,
hingga ketika sampai pada ayat,
ﺃَﻟَﻢْ ﻳَﺄْﻥِ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﺁَﻣَﻨُﻮﺍ ﺃَﻥْ ﺗَﺨْﺸَﻊَ ﻗُﻠُﻮﺑُﻬُﻢْ ﻟِﺬِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻣَﺎ ﻧَﺰَﻝَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤَﻖِّ
ﻭَﻟَﺎ ﻳَﻜُﻮﻧُﻮﺍ ﻛَﺎﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺃُﻭﺗُﻮﺍ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻞُ ﻓَﻄَﺎﻝَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ ﺍﻟْﺄَﻣَﺪُ ﻓَﻘَﺴَﺖْ ﻗُﻠُﻮﺑُﻬُﻢْ ﻭَﻛَﺜِﻴﺮٌ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻓَﺎﺳِﻘُﻮﻥَ ‏( 16 )
“Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman,
untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan
kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka),
dan janganlah mereka seperi orang-orang yang sebelumnya
telah diturunkan al-kitab kepadanya,
kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras.
Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang fasik.”
(QS. Al-Hadid: 16)
Tak terasa air matanya berlinang, hingga akhirnya dia pun tersungkur jatuh.
Seketika badannya yang selama ini kokoh, menjadi rapuh karena mendengar ayat tadi.
Dia pun berkata dalam hatinya untuk menjawab pertanyaan Allah ﷻ
yang terdapat dalam ayat di atas, “Wahai Rabb-ku, telah tiba saatnya”.
Akhirnya, ia pergi menjauh, lalu ia bermalam pada reruntuhan bangunan.
Ternyata di samping bangunan itu ada orang-orang yang mau lewat.
Sebagian diantara orang-orang itu berkata, “Ayo kita berangkat”.
Sebagian lagi bilang, “Jangan dulu!! Nanti shubuh kita berangkat,
karena Fudhoil sekarang akan menghadang kita di jalan!!!”.
Mendengar perbincangan itu Fudhoil akhirnya berpikir dan berkata dalam hatinya,
“Aku berbuat maksiat di malam hari,
sementara itu kaum muslimin di tempat ini takut kepadaku.
Aku memandang Allah ﷻ tak akan menggiringku kepada mereka,
kecuali pasti mereka akan gemetar (karena takut kepadaku).
Ya Allah, sungguh kini aku bertobat kepada-Mu dan
aku jadikan tobatku berupa hidup di Baitullah”.
Setelah kejadian itu, dia pun melalui hari-harinya dengan ketaatan kepada Allah ﷻ
sampai ia dikenal dengan abidul haromain ( ﻋَﺎﺑِﺪُ ﺍﻟْﺤَﺮَﻣَﻴْﻦِ ‏) ,
artinya “ahli ibadah dua tanah suci (Makkah dan Madinah)”
Maha suci Allah yang telah membolak-balikkan hati, dan
menganugerahkan kepada hamba-Nya hati yang lembut.
Itulah kisah seorang penyamun (perampok) jahat berubah menjadi seorang ulama’
dan hamba yang sholeh, Al-Imam Al-Fudhoil bin Iyadh sebagaimana yang disebutkan
oleh Al-Hafizh Adz-Dzahabiy dalam kitabnya Siyar A’lam An-Nubala’ (8/423)
Kisah ini amat ajaib, dimana Allah ﷻ mengubah hati sekeras batu menjadi hati selembut air.
Dia bertobat dengan sejujurnya di hadapan Allah ﷻ sampai Allah ﷻ mewariskan
kepadanya hati amat lembut dan mudah mengingat Allah ﷻ.
Ibrahim bin Al-Asy’ats ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ berkata,
“Aku tak pernah melihat seseorang yang Allah ﷻ dalam dadanya lebih
agung dibandingkan Fudhoil.
Dahulu apabila ia mengingat Allah ﷻ atau disebutkan di sisinya,
ataukah ia mendengarkan Al-Qur’an, maka akan tampak pada dirinya
rasa takut dan sedih, air matanya berlinang dan
menangis sampai orang-orang yang hadir merasa kasihan kepadanya.
Dia adalah seorang yang senantiasa bersedih dan kuat pikirannya.
Aku tak pernah melihat seseorang yang menginginkan Allah ﷻ dalam ilmunya,
amalnya, pemberian dan pengambilannya, penahanan dan pengorbanannya,
kebencian dan cintanya dan seluruh tindak-tanduknya selain Fudhoil.
Dulu kami bila keluar bersamanya mengantar jenazah,
maka ia selalu memberikan wejangan, mengingatkan dan menangis.
Seakan-akan ia mau meninggalkan para sahabatnya menuju akhirat.
(Ia lakukan hal itu) sampai tiba di pekuburan.
Dia pun duduk pada tempatnya di antara mayat-mayat, karena rasa sedih dan
tangisnya sampai beliau bangkit, sedang beliau seakan-akan kembali
dari alam akhirat untuk mengabarkan tentangnya”.
Catatan :
Nama Lengkap :
Al-Fuḍayl ibn ‘Iyāḍ ibn Bishr
ibn Masūd Abū ‘Alī at-Tamīmī al-Yarbū‘ī al-Khurāsānī, ( ﺍﻟﻔﻀﻴﻞ ﺑﻦ ﻋﻴﺎﺽ )
Gelar : '
Abid Alharamain (Ahli ibadah dua kota suci)
Lahir :
Samarkhand tahun 107 Hijriyah.
Guru-guru nya :
Beliau meriwayatkan (Hadits) dari Al-a'masy, Sufyan Ats-tsaury,
Sufyan bin 'Uyainah, Manshur bin Mu'tamir, Hisyam bin Hassan,
Sulaiman At-taimy, 'Auf Al-'araby dll.
Murid-Murid :
Diantara orang-orang yang meriwayatkan dari nya Sufyan Ats-tsaury,
Sufyan bin 'Uyainah,Asy-syafi'i, Ibnu Al-mubarok, Al-humaidy, Yahya bin Al-Qaththan,
Abdrurrahman bin Mahdi, Qutaybah bin Sa'id, dan Bisyr Al-hafy
Wafat :
Di Mekkah pada Muharram, 187 Hijriyah
Ibrah dan Renungan
Hati setiap insan dalam genggaman jari-jemari Allah ﷻ.
Dia-lah yang membolak-balikkan hati manusia dari keburukan menuju kebaikan,
atau sebaliknya. Karenanya, mintalah petunjuk kepada Allah ﷻ agar hati kita ditegarkan
di atas hidayah dan selalu diarahkan kepada kebaikan serta
dihindarkan dari segala keburukan.
Tak ada kata terlambat bagi orang yang mau bertobat,
kecuali jika ajal sudah tiba atau matahari sudah terbit dari arah barat.
Tobat yang jujur akan membimbing seseorang kepada kebaikan dan jalan-jalan ketaatan.
Seorang yang mau bertobat dengan benar, tobatnya harus dikuatkan,
dibimbing dan didasari dengan ilmu agama.
Karenanya, Fudhoil bin Iyadh ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ setelah bertobat,
maka ia rajin menghadiri majelis-majelis ilmu.
Nasihat yang berasal dari ayat-ayat suci seringkali meluluhkan hati-hati yang kasar dan keras.
Lantaran itu, seorang dai atau muballigh sebaiknya memberikan nasihat
dari nash atau kandungan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan
hadits-hadits Nabi ﷺ serta ucapan hikmah para ulama.
Tak boleh seseorang melakukan vonis terhadap orang lain bahwa
ia adalah penduduk neraka.
Sebab, boleh jadi ia mendapatkan hidayah untuk bertobat sebelum ia wafat.
Di dalam kisah ini terdapat keterangan bahwa kesholehan seseorang akan
menjadi sebab ia terlindungi dari keburukan.
Hal ini bisa anda lihat pada penghuni rumah yang akan masuki oleh Fudhoil malam itu.
Ia dilindungi oleh Allah ﷻ , karena berkah sholat tahajjud dan
bacaan Al-Qur’annya yang ia lazimi setiap malamnya.
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ
Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad.
Semoga bermanfaat
Silahkan share
Sumber :
Lihat Hilyah Al-Awliyaa’ (8/426) karya Abu Nu’aim Al-Ashbahaniy, cet. Darul Kitab Al-Arobiy,
dan Tarikh Dimasyqo (48/391) oleh Ibnu Asakir, cet. Darul Fikr, 1419 H
dan Tarikh Al-Islam (12/336) oleh Adz-Dzahabiy, Darul Kitab Al-Arobiy 1407 H.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

59 KATA MUTIARA HABIB UMAR BIN HAFIDZ

1. "Barangsiapa yang tidak duduk bersama orang yang berjaya, mana mungkin dia akan berjaya." -Habib Umar bin Hafidz 2. "Banyak bergurau dan berlawak merupakan pertanda sepinya hati dari mengagungkan Allah swt dan merupakan tanda dari lemahnya iman." -Habib Umar bin Hafidz 3. "Apabila kita mendoakan orang lain, maka akan hadir malaikat yang mendoakan hal yang sama untuk kita." - Habib Umar bin Hafidz 4. "Rugilah bagi mereka yang berniat untuk melakukan maksiat semula setelah berlalunya Ramadhan." - Habib Umar bin Hafidz 5. "Orang yang tinggi akhlaknya, walaupun rendah ilmunya lebih mulia dari orang yang banyak ilmunya tapi kurang akhlaknya." - Habib Umar bin Hafidz 6. "Janganlah kamu menanggung kebingungan dunia karena itu urusan ALLAH. Janganlah kamu menanggung kebingungan rezeki karena itu dari ALLAH. Janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan karena itu kekuasaan ALLAH. Yang harus kamu tanggung adalah satu kebingunga...

Kata bahsa arab dan artinya

1. Man jadda wajada - من جدّ وجد "Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka dia akan mendapatkannya." 2. Man saaro darbi wasola - من سار على الدرب وصل "Barang siapa berjalan pada jalannya, maka dia akan sampai (pada tujuannya)." 3. Wa maa ladatu illa ba'dat ta'bi - ومااللذّة إلا بعد التعب "Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kepayahan." 4. Man yazro' yahsud - من يزرع يحصد "Barang siapa yang menanam pasti akan memetik (mengetam)." 5. lan tarji'al ayyamul lati madhot - لن ترجع الأيّام التي مضت "Tidak akan pernah kembali lagi hari-hari yang te...

Biografi Habib Abdullah bin Muhammad bin Syahab

Beliau seorang yang sangat alim, berwibawa dan tawadhu. Dan Beliau termasuk A’yanil bilad Tariem (Tokoh-tokoh Habaib Tarim). Dan Beliau juga lah yang sering dijuluki Sang “Ainu Tariem” – Matanya Kota Tarim al Ghanna. Usia Beliau sekitar 70-an, putra dari Al-Allamah Habib Muhammad, dan cucu dari Al-Allamah Habib Alwi bin Abdullah bin Shahabuddin, dipercaya telah mencapai maqam atau tingkatan yang sangat tinggi sebagai seorang sufi. Seperti juga ayah, kakek, serta kakek buyutnya, beliau termasuk orang yang dekat dan begitu cinta kepad Rasulullah saw. Sehingga tak ada tindakan-tindakannya yang tidak mengacu pada perilaku Nabi saw. Beliau sering diundang ke Indonesia, melalui para ulama dan habaib, dan jawaban Beliau selalu: ”Saya menunggu perintah saja!” ( Maksud dari perkataan Beliau ialah menunggu perintah dari ROSULULLAH Saw secara langsung ), karena beliau sering berdialog dengan baginda Rasul Saw. Beliau biasa didatangi para Ulama yang hendak b...