Langsung ke konten utama

BEBERAPA NASIHAT GUS BAHA TENTANG PARENTING ANAK WAJIB BACA PASTI BERMAMFA'AT

"Kalau kamu bilang, 'Anak ini nanti butuh biaya kuliah, biaya menikah, maka kamu melihat anak ini sebagai problem, tapi lihatlah dia sebagai penerus sujudmu, penerus kebaikanmu, dan tabunganmu saat kelak kau sudah meninggal."

"Saya memang berbeda dengan kebanyakan orang, bagi mereka: Anak kecil bisa kualat kalau melawan orang tua. Saya punya pendapat sebaliknya, orang tua bisa kualat kalau sembarangan kepada anak kecil. Sebagai orang alim, saya pertanggungjawabkan pendapat ini di depan Allah. Dan saya punya referensi banyak kitab soal ini. Sayang, pendapat seperti saya ini tidak populer di (negeri) ini..."

"Jangan mengira bahwa anak nakal itu tidak ada hubungannya dengan orang tua, sangat berhubungan. Jika kalian ingin melihat dirimu, maka lihatlah anakmu."
"Penting bagi orang tua untuk memberikan akses kebahagiaan yang patut anak dapatkan selama kebahagiaan itu tidak menyalahi aturan Islam. Apabila kita tinjau kembali, sejatinya tidak ada orang yang lebih pantas untuk direpotkan oleh anak, daripada orang tuanya sendiri."

"Jangan sampai anak itu punya kenangan buruk kepada orang tua. Nonton teve, haram. Bermain, haram. Apa-apa dikit haram. Sehingga kenangan anak kepada bapaknya atau orang tuanya itu kenangan buruk. Kenangan traumatik. Dengan begitu, mereka justru mengidolakan orang lain. Maka itu, gembirakanlah mereka, dengan konteks memberi mereka hadiah atas hal baik yang sudah mereka lakukan."

"Jadi jangan sembarangan sama anak, kamu bisa kuwalat. Anak-anak itu belum punya dosa, sementara dosa kalian itu sudah banyak. Sekali lagi ini bukan aliran sesat. Jadi kita ini jika menggembirakan anak dengan niat mengawal ketauhidan mereka, termasuk diajak ke mal, ditraktir makan, dibelikan mainan, dll, semua itu merupakan ibadah."

"Orang tua memang harus memberi kelonggaran atau memanjakan anaknya karena merekalah yang akan menjaga dan meneruskan tauhid di masa depan. Dalam kitab Mizan al-Kubra, di antara adab para nabi ialah memuliakan anak. Karena anaklah yang kelak lebih panjang waktunya untuk membawa tauhid."

"Jangan sampai kamu jadi orang yang terlalu zuhud dan banyak mengekang anak. Kemudian anakmu ingin nonton tv, malah dipinjemi dari tetangga yang nggak salat. Sehingga anak ini nantinya mengidolakan keluarga yang tidak salat."

In Frame: Gus Baha dan 2 Cucu KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) dari Ning Rabiatul Bisriyah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

59 KATA MUTIARA HABIB UMAR BIN HAFIDZ

1. "Barangsiapa yang tidak duduk bersama orang yang berjaya, mana mungkin dia akan berjaya." -Habib Umar bin Hafidz 2. "Banyak bergurau dan berlawak merupakan pertanda sepinya hati dari mengagungkan Allah swt dan merupakan tanda dari lemahnya iman." -Habib Umar bin Hafidz 3. "Apabila kita mendoakan orang lain, maka akan hadir malaikat yang mendoakan hal yang sama untuk kita." - Habib Umar bin Hafidz 4. "Rugilah bagi mereka yang berniat untuk melakukan maksiat semula setelah berlalunya Ramadhan." - Habib Umar bin Hafidz 5. "Orang yang tinggi akhlaknya, walaupun rendah ilmunya lebih mulia dari orang yang banyak ilmunya tapi kurang akhlaknya." - Habib Umar bin Hafidz 6. "Janganlah kamu menanggung kebingungan dunia karena itu urusan ALLAH. Janganlah kamu menanggung kebingungan rezeki karena itu dari ALLAH. Janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan karena itu kekuasaan ALLAH. Yang harus kamu tanggung adalah satu kebingunga...

👳🏻👳‍♀ *Mencintai Ahlul Bait Rasulullah adalah Ciri Ahlus Sunnah..*

AHLUL BAIT Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam memiliki keutamaan dan kemuliaan bagi semua kaum Muslimin, karena Allah Subhanahu Wata’ala memuliakan dan membersihkan mereka dari dosa, mewajibkan kaum Muslimin untuk mencintai mereka di atas semua ras manusia. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzâb [33]: 33) Allah Subhanahu Wata’ala juga berfirman kepada nabi-Nya, “Katakanlah: ‘Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.” (QS. Asy-Syûrâ [42]: 23) Artinya, katakan kepada mereka wahai Muhammad, aku tidak menginginkan upah dari kalian semua selain kalian mencintaiku dan mencintai keluargaku. Ahlul Bait adalah keturunan suci Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam yang memiliki ikatan nasab, mereka adalah keturunan Fathimah sampai hari kiamat. Demikian yang dijelaskan Imam Nawawi da...