Ingat dawuhe Syekh Maimun Zubair Sarang waktu ngaji ahadan beberapa waktu lalu. Beliau dawuh:
"Ono ulama' sing dawuh, Sholat subuh kawanen iku luwih apik ketimbang sholat subuh ora kawanen nanging bar subuh mapan turu."
(Ada sebagian Ulama' berkata, Sholat subuh kesiangan [Shalat subuh di akhir waktu] itu lebih baik daripada sholat subuh tepat waktu tapi setelah subuh tidur).
Dengan dawuh ini tentunya Mbah Moen bukan berarti 'MELEGALKAN' sholat subuh kesiangan akan tetapi yang perlu digaris bawahi adalah bahwa betapa jeleknya tidur setelah subuh, selain bisa merusak kesehatan ternyata banyak juga efek negatif yang ditimbulkan dari tidur setelah subuh baik secara jasmani, rohani, maupun psikis.
Dalam kitab Tadzkiroh karya Imam Jalaluddin Assuyuti dijelaskan bahwa;
-Tidur di permulaan siang (pagi hari) disebut ﻋﻴﻠﻮﻟﺔ yaitu (menyebabkan) kefakiran.
-Tidur di waktu dluha disebut ﻓﻴﻠﻮﻟﺔ , (menyebabkan) kelemahan/lesu pada badan.
-Tidur ketika tergelincir matahari (zawal) disebut ﻗﻴﻠﻮﻟﺔ, dapat menambah (kecerdasan) akal. (Pukul 11.00 s/d 12.00)
-Tidur setelah zawal disebut ﺧﻴﻠﻮﻟﺔ ,dapat menghalangi antara orang itu dan sholat.
-Dan tidur di akhir siang (sore hari) disebut ﻏﻴﻠﻮﻟﺔ , dapat menyebabkan binasa.
Wallahu a'lam
Bismillahir Rahmaanir Rahiim.
Allahumma Sholli 'Alaa Sayyidinaa Muhammadin..
Sholaatan Tasy-ghul Bihaad Dunyaa
Wal Akhiroh Bi Mahabbatii..
Wa Tasy-ghulnii Bimahabbatika, Wa Man Yuhibbuka..
Wabi Mahabbati Habiibika, Wa Nabiyyika, Wa Rosuulika,
Wa 'Alaa Aalihi, Wa Shohbihi, Wa Ummatihi 'Ajmaa'in..
Birahmatika Yaa Arhamar Roohimiin..
"Kalau kamu bilang, 'Anak ini nanti butuh biaya kuliah, biaya menikah, maka kamu melihat anak ini sebagai problem, tapi lihatlah dia sebagai penerus sujudmu, penerus kebaikanmu, dan tabunganmu saat kelak kau sudah meninggal." "Saya memang berbeda dengan kebanyakan orang, bagi mereka: Anak kecil bisa kualat kalau melawan orang tua. Saya punya pendapat sebaliknya, orang tua bisa kualat kalau sembarangan kepada anak kecil. Sebagai orang alim, saya pertanggungjawabkan pendapat ini di depan Allah. Dan saya punya referensi banyak kitab soal ini. Sayang, pendapat seperti saya ini tidak populer di (negeri) ini..." "Jangan mengira bahwa anak nakal itu tidak ada hubungannya dengan orang tua, sangat berhubungan. Jika kalian ingin melihat dirimu, maka lihatlah anakmu." "Penting bagi orang tua untuk memberikan akses kebahagiaan yang patut anak dapatkan selama kebahagiaan itu tidak menyalahi aturan Islam. Apabila kita tinjau kembali, sejatinya tidak...
Komentar
Posting Komentar