Langsung ke konten utama

SYEKH ABDUL QODIR AL JAILANI ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ MENGHIDUPKAN ORANG MATI

SYEKH ABDUL QODIR AL JAILANI ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ BERKATA :
"AKU INI BUKAN NABI...AKU UMMATNYA NABI MUHAMMAD ﷺ ".
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪ
"Wahai Syekh,
Nabi kami ; Nabi Isa lebih hebat daripada Nabinya orang Islam, yaitu Nabi Muhammad",
Itulah ungkapan orang Yahudi yang datang kepada Syekh Abdul Qodir Jailani ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ .
"Kenapa bisa demikian?", Syekh Abdul Qodir ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ bertanya kepada Yahudi tersebut.
Dan Orang Yahudi itu berkata lagi :
"Iya...Nabi Isa bisa menghidupkan orang mati, sedangkan Nabi kalian tidak ada Hadits
yang mengatakan atau meriwayatkan pernah menghidupkan Orang mati...
Jadi lebih hebat Nabi kami, Nabi Isa".
Dan Syekh Abdul Qodir Jailani ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ pun berkata :
"Aku ini bukan Nabi...Aku Ummatnya Nabi Muhammad ﷺ ".
Lalu diajaklah Yahudi tersebut ke Pemakaman oleh Syekh Abdul Qodir Jailani ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ .
Sesampainya di pemakaman itu, Syekh Abdul Qodir Jailani ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ bertanya :
"Ini Kuburan siapa?".
Orang Yahudi menjawab :
"Ini Kuburan keluarga saya, wahai Syekh".
Syekh Abdul Qodir Jailani ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ bertanya lagi :
"Apa profesinya waktu hidup di Dunia?".
Orang Yahudi berkata :
"Profesinya sebagai penyanyi".
Dan Syekh Abdul Qodir Al Jailani ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ berkata :
"Ingat baik-baik ya...Aku ini bukan Nabi, tapi aku Ummatnya Nabi Muhammad ﷺ ".
Dan Beliau ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ bertanya lagi :
"Nabi Isa ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺴﻼﻡ kalau menghidupkan Orang mati, apa yang diucapkannya?".
Si Yahudi pun berkata :
"Nabi Isa kalau menghidupkan orang mati menyebut :
ﻗﻢ ﺑﺈﺫﻥ ﺍﻟﻠﻪ
Akhirnya Syekh Abdul Jailani ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ berkata : "Baiklah".
ﻳﺎ ﻓﻼﻥ ﺑﻦ ﻓﻼﻥ ﻗﻢ ﺑﺈﺫﻥ ﺍﻟﻠﻪ
"Wahai Fulan Bin Fulan bangunlah atas Izin Allah".
Tiba-tiba Kuburan bergetar dan Jasad orang yang didalam Kuburpun naik ke atas,
sambil bernyanyi karena profesi ketika hidupnya adalah menyanyi.
Melihat hal tersebut, orang Yahudi pun terdiam dan heran dengan Karomah yang
dimiliki oleh salah satu Waliyullah, Umat Nabi Muhammad ﷺ .
Itu baru salah satu Umat Nabi Muhammad ﷺ, belum yang lainnya...
Bagaimana dengan Nabi Muhammad ﷺ sendiri? Tentunya tidak bisa dibayangkan...
Karena Banyaknya Karunia Allah ﷻ yang diberikan Kepada Beliau ﷺ.
Keluarga Terbaik adalah Keluarga Nabi Muhammad ﷺ ,
Sahabat Terbaik adalah Sahabat Nabi Muhammad ﷺ dan
Ummat Terbaik adalah Ummat Nabi Muhammad ﷺ .
ﺃﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞِ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪٍ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝِ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ
Semoga bermanfaat
Silahkan share
Sumber :
Kisah Ini Diambil Dari "Sejuta Keajaiban Dalam Dunia Sufi"
Karya : Asrifin An-Nahrawi,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

59 KATA MUTIARA HABIB UMAR BIN HAFIDZ

1. "Barangsiapa yang tidak duduk bersama orang yang berjaya, mana mungkin dia akan berjaya." -Habib Umar bin Hafidz 2. "Banyak bergurau dan berlawak merupakan pertanda sepinya hati dari mengagungkan Allah swt dan merupakan tanda dari lemahnya iman." -Habib Umar bin Hafidz 3. "Apabila kita mendoakan orang lain, maka akan hadir malaikat yang mendoakan hal yang sama untuk kita." - Habib Umar bin Hafidz 4. "Rugilah bagi mereka yang berniat untuk melakukan maksiat semula setelah berlalunya Ramadhan." - Habib Umar bin Hafidz 5. "Orang yang tinggi akhlaknya, walaupun rendah ilmunya lebih mulia dari orang yang banyak ilmunya tapi kurang akhlaknya." - Habib Umar bin Hafidz 6. "Janganlah kamu menanggung kebingungan dunia karena itu urusan ALLAH. Janganlah kamu menanggung kebingungan rezeki karena itu dari ALLAH. Janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan karena itu kekuasaan ALLAH. Yang harus kamu tanggung adalah satu kebingunga...

Kata bahsa arab dan artinya

1. Man jadda wajada - من جدّ وجد "Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka dia akan mendapatkannya." 2. Man saaro darbi wasola - من سار على الدرب وصل "Barang siapa berjalan pada jalannya, maka dia akan sampai (pada tujuannya)." 3. Wa maa ladatu illa ba'dat ta'bi - ومااللذّة إلا بعد التعب "Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kepayahan." 4. Man yazro' yahsud - من يزرع يحصد "Barang siapa yang menanam pasti akan memetik (mengetam)." 5. lan tarji'al ayyamul lati madhot - لن ترجع الأيّام التي مضت "Tidak akan pernah kembali lagi hari-hari yang te...

Biografi Habib Abdullah bin Muhammad bin Syahab

Beliau seorang yang sangat alim, berwibawa dan tawadhu. Dan Beliau termasuk A’yanil bilad Tariem (Tokoh-tokoh Habaib Tarim). Dan Beliau juga lah yang sering dijuluki Sang “Ainu Tariem” – Matanya Kota Tarim al Ghanna. Usia Beliau sekitar 70-an, putra dari Al-Allamah Habib Muhammad, dan cucu dari Al-Allamah Habib Alwi bin Abdullah bin Shahabuddin, dipercaya telah mencapai maqam atau tingkatan yang sangat tinggi sebagai seorang sufi. Seperti juga ayah, kakek, serta kakek buyutnya, beliau termasuk orang yang dekat dan begitu cinta kepad Rasulullah saw. Sehingga tak ada tindakan-tindakannya yang tidak mengacu pada perilaku Nabi saw. Beliau sering diundang ke Indonesia, melalui para ulama dan habaib, dan jawaban Beliau selalu: ”Saya menunggu perintah saja!” ( Maksud dari perkataan Beliau ialah menunggu perintah dari ROSULULLAH Saw secara langsung ), karena beliau sering berdialog dengan baginda Rasul Saw. Beliau biasa didatangi para Ulama yang hendak b...